Hello World! // Halo Dunia!

Halo Dunia!

atau mungkin “Hello world!” di default postingan pertama di blog anda, jika setting blog anda menggunakan bahasa inggris, saat tulisan ini ditulis saya sudah mengganti setting atau pengaturan blog ini ke bahasa inggris, tidak, tidak ada maksud melupakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dan Identitas Kebangsaan, begitu kan kata orang orang yang katanya nasionalis yang sering kamu jumpai tidak hanya di media sosial tapi juga di dunia nyata

“ah make bahasa inggris nih ngomongnya, dasar gak nasionalis!!”

ya komentar komentar seperti itulah yang biasanya dilontarkan otang orang yang so-called nasionalis ini. maksud dari tujuan saya ingin mengganti pengaturan  bahasa dari bahasa indonesia ke bahasa inggris ini karena menu dan lain lain yang ada di blog ini terasa aneh atau rancu jika menggunakan bahasa indonesia, begitu saja.

Saya selalu mempunyai rasa penasaran yang tentunya gak penting banget, seperti postingan default pertama dari blog, Hello World! / Halo Dunia!, pernah gak sih kamu merasa penasaran atau terpikir seperti itu, kenapa sapaan seperti itu, kata sapaan “Hello World!” atau “Halo Dunia!” terdengar atau perasaan yang ada dipikiran anda saat membaca kalimat tersebut adalah kalimat yang optimis, seperti kesediaan mengahdapi dan menyambut dunia dan menyongsong hidup dengan kebahagiaan.

padahal keadaan di dunia nyatanya kan tentu saja berbeda, menyapa dunia dan menyongsong hidup seperti yang tergambarkan dalam kalimat tersebut seperti sebuah absurditas orang orang yang belum menyadari kondisi dunia yang sebenarnya dan belum menyadari  atau berpura-pura belum menyadari bahwa hidup ini memang benar benar sebuah keabsurdan, sebuah kebetulan yang meaningless yang kita sebut kehidupan.

ah, maaf, saya mulai melantur tak jelas, sudahlah.

jadi ini adalah tulisan pertama saya di blog ini, setelah akhirnya menulis lagi, stelah selama ini tidak melanjutkan tulisan di blog yang lama, setelah sekian lama mempunyai wacana untuk menulis kembali di medium blog, setelah selama ini hanya menyalurkan racauan racauan yang ada di kepala saya selama ini muncul di kepala saya ke tulisan tulisan pendek di kertas di kala senggang. atau menyalurkan racauan tadi seperti selayaknya (iya, selayaknya) mahluk mahluk yang hidup di era media sosial sebagai sarana ekspresi, racauan tadi jadi sekedar kicauan atau tweet di Twitter, atau cuman jadi postingan yang ter-update di halaman facebook.

ya, semoga bisa terus menulis secara konsisten di medium ini.

hahahahaha, oke saya tahu kamu juga menertawakan pertanyaaan yang sepertinya hanya akan jadi wacana tadi kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s