Alya dan Ada apa dengan Cinta 2?

Kisah kelanjutan dari drama cinta dan persahabatan yang  dinantikan banyak khalayak sudah berada di depan mata,  besok (28 april 2016) anda semua sudah dapat menyaksikan bagaimana kelanjutan kisah dari Rangga dan Cinta di sekuel Ada Apa Dengan Cinta? yaitu Ada Apa Dengan Cinta 2. Saya sebenarnya mengharapkan judul yang lebih kreatif daripada sekedar judul film original kemudian ditambahkan “Dua” sebagai judul sekuel ini, apalagi untuk film yang sangat ikonik dan memiliki influence yang besar seperti AADC ini.

Kelanjutan kisah Rangga dan Cinta ini sudah sangat sangat ditunggu, tidak hanya oleh generasi para penggemar pada masanya, tetapi juga dari dedek dedek generasi masa kini yang baru tahu kisah AADC dari sebuah iklan jejaring Messanger yang membuat kehebohan karena membuat reuni dari para alumni pemeran AADC, sembari berujar “Oh.. AADC itu yang ini ya” yang tiba tiba berubah jadi puitis walaupun kalau ditanya tidak tahu siapa itu Sjuman djaya atau Chairil Anwar.

pada awalnya Mira lesmana sepertinya tidak menunjukan keinginan untuk menggarap sekuel dari aadc ini, Kemudian pada sekitaran 2014, sebuah Jejaring  Chat messanger, LINE, membuat sebuah iklan yang tentunya atas seizin dari Mira Lesmana dan pihak Miles film, iklan dengan bentuk mini drama tentang kelanjutan hubungan Rangga dan Cinta setelah 12 tahun.  Mini drama ini membuat kehebohan dan berbagai reaksi, berbagai macam sikap, tidak hanya sikap senang seperti rasa nostalgia tetapi  juga kritikan dari para penggemarnya yang mengganggap iklan dengan bentuk mini drama ini merusak kenangan dan ke-epic-kan film AADC yang telah mereke kenal.

berikut saya kutip sebuah komentar di video mini drama tersebut

“mini drama AADC 2014 yang dibuat oleh LINE, menghancurkan kisah kolosal, epic, tragis, dan misteri kisah cinta yang melegenda di awal milenium kedua. mini drama ini juga menghancurkan puisi “Aku” karya chairil anwar sebagai pondasi awal, yang tragisnya masih menjadi simbol ingatan kedua tokoh utama.

akhir AADC edisi pertama adalah tafsir radikal atas puisi, dimana si tokoh utama pria pergi dengan menjadi “binatang jalang yang terbuang”. tokoh pria menjadi seorang yang digambarkan Chairil Anwar dalam puisi “Aku” pria penuh idealisme, membawa perih luka dalam dirinya untuk menggapai cita-cita dan seperti dengan lantang mengatakan “inilah waktuku” dan dalam langkah lirisnya berkata pada tokoh perempuan di dinding kaca bandara yang berurai airmata “Ku mau tak seorang kan merayu / tidak juga kau / tak perlu sedu-sedan itu”.

mini drama terbaru yang dibuat sebagai iklan meluluhlantakan bangunan puisi “Aku” karya chairil anwar. lebur tanpa sisa. puisi tidak akan lagi hadir pada percakapan keduanya kecuali kata-kata bersayap mesra, sticker lucu akan menggantikan kata. tak ada lagi sepi, karena notif pesan sudah sangat berisik. dan yang pasti tak akan ada lagi yang berteriak “pecahkan saja gelasnya.” – manusiamiring

sebuah observasi dan kritik yang sangat menarik. Walaupun menuai berbagai respon yang berbeda, tetapi video mini drama tersebut kembali memunculkan harapan akan sekuel dari AADC, kemudian ramailah kembali permintaan permintaan dari para penggemar, terutama di media sosial kepada Mira lesmana dan Riri Riza. Ya, mungkin itulah sedikit refleksi dari kita yang mungkin tidak bisa merelakan perpisahan, seperti sebagian dari para penggemar AADC, tidak bisa merelakan bahwa Rangga memang harus meninggalkan Cinta, ya sudah, selesai. Begitukan seharusnya?

Pada akhir tahun 2014 melalui sebuah kicauan dari akun twitternya, Mira yang sedang melakukan promo pada film produksi terbarunya saat itu, Pendekar Tongkat Emas, seperti tersirat niat untuk membuat sekuel AADC (walaupun terlihat seperti bercanda).

Akhirnya pada pertengahan tahun 2015 pihak Miles Film mengumumkan bahwa sekuel dari Ada apa dengan cinta? akan segera diproduksi. Kabar ini mendapat reaksi yang positif dari berbagai khalayak. Tapi memang realita tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, hanya beberapa saat setelah kabar baik akan produksi AADC 2 ini menyabar, munculah kabar yang tidak baik. Saat mengetahui kabar itu saya harap itu hanya merupakan kebohongan, saya gusar, ini rasanya tidak mungkin terjadi. Ladya Cheryl, selaku pemeran dari tokoh Alya, tidak bisa mengikuti produksi dari AADC 2. Masih ada rasa harap saya jikalau mbak Ladya masih bisa mengikuti produksi tersebut, ternyata tidak, produksi AADC 2 tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Ladya Cheryl.

Sebagai pengingat, tokoh Alya adalah seorang gadis baik hati yang merupakan sahabat dari Cinta. Kalau tidak Alya pastinya tidak akan ada tokoh baik hati dengan masalah kelamnya yang mencoba mengakhiri hidupnya sendiri yang menyebabkan konflik di dalam diri Cinta yang membuat Cinta harus memilih antara Rangga atau sahabat-sahabatnya. Alya juga yang membantu meyakinkan si bapak penjaga Pintu kepergian penumpang di bandara agar Cinta bisa lewat.

Saya gusar, gusar dan resah ini membuat hati kecil saya ingin menjerit, bagaimana mungkin drama tentang Cinta dan Persahabatan ini akan berlanjut begitu saja tanpa sosok Alya? Tokoh perempuan favorit khalayak kedua setelah Dian Sastro di film ini. Bagaimana mungkin kisah ini berlanjut tetapi anggota geng mading yang mendampingi Cinta tidak lengkap, karena tidak adanya sosok Alya yang diperankan mbak Ladya cheryl? Bagaimana mungkin Mira Lesmana tetap melanjutkan produksi AADC ini tanpa Ladya Cheryl? Apakah masih bisa disebut AADC kalau tidak Alya?

Toh realita tetap berlanjut, AADC 2 tetap dibuat. Saya (dan segelintir orang orang yang mempunyai keresahan yang sama) mencoba tetap menerima AADC tanpa Alya ini dengan tangan terbuka. Saya terpikir bagaimana jika LINE tidak pernah membuat iklan dengan bentuk mini drama yang mengumpulkan para alumni pemeran AADC, apakah permintaan akan lanjutan kisah AADC tidak akan kembali ramai? apakah Mira Lesmana tetap pada sikap tidak membuat Sekuel AADC? Jadi kalau gak ada Alya di AADC 2 salah LINE?. Saya jadi tidak bisa menerima kenyataan seperti ini dan selalu mengandai andai dengan what-if begini. Ah tapi memang dasarnya manusia seperti itu kan? 

Waktu berlanjut, akhirnya AADC 2 mengeluarkan teaser dan Official Trailernya. Di salah satu cuplikan di trailer AADC, terlihat scene yang memperlihatkan roadtrip yang dilakukan oleh geng mading dan mamet. Ya, Geng mading.. tanpa Alya. Sontak kegusaran dan keresahan yang sudah tertidur ini kembali bangkit dan memberontak, Internet ramai membicarakan potongan puisi dari Rangga yang ada di teaser dan Potongan dialog line dari Cinta tetapi bagaimana bisa keramaian tersebut tidak seramai dengan kehebohan karena tidak adanya Alya?

Mungkin memang begitulah jadinya Sosok Alya, Alya bisa jadi adalah saya, anda atau siapapun. orang-orang datang, kemudian pergi, ditinggalkan, dan dilupakan, begitulah kehidupan yang merupakan sebuah kisah tentang pertemuan dan perpisahan, Perpisahan kita, para penggemar AADC dengan tokoh alya. Pada kenyataannya sebagian dari kita ternyata masih gagal memaklumi dan menerima kenyataan pahit seperti perpisahan.

Entahlah, saya tidak yakin apakah akan bisa benar benar menikmati kelanjutan AADC ini jika nanti misalnya saat menonton pikiran akan harapan untuk melihat mbak Ladya Cheryl sebagai Alya di layar lebar  yang tidak terealisasikan tiba tiba kembali menyeruak.

Ah, sial. Ternyata kenyataan Ada apa dengan Cinta 2 tanpa Alya  ini benar benar menyesakan ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s